Jepang punya tradisi kafe yang panjang. Kissaten klasik, yang menyajikan kopi seduh tangan di ruangan tenang, populer sejak awal abad ke-20 dan masih disukai sampai sekarang. Sejarah itu membentuk selera orang Jepang pada kopi yang dibuat dengan teliti.
Banyak kedai Jepang memperlakukan kopi sebagai kerajinan. Biji sering disangrai dalam batch kecil, digiling sesaat sebelum diseduh, dan barista menuang air perlahan dengan tangan sambil memperhatikan suhu dan waktu. Ketelitian ini sering disebut sebagai bagian besar dari rasa.
Anda bisa membandingkan dua gaya. Kissaten lama dan roaster tradisional cenderung menyangrai lebih gelap dan bulat; roaster specialty baru sering menyajikan single origin sangrai ringan yang menonjolkan aroma buah dan keasaman. Mencoba masing-masing satu cangkir dalam sehari adalah cara mudah melihat ragamnya.
Agar lebih menikmati, katakan pada barista Anda suka rasa cerah atau pekat dan minta rekomendasi. Banyak roastery juga menjual biji yang baru disangrai, cocok untuk oleh-oleh. Bawa tas kecil, pesan dengan cepat, dan tip tidak diharapkan di Jepang.